5 Cara Membantu Siswa Mengubah Pola Pikir Mereka

Ketika siswa menghadapi hambatan kognitif, strategi-strategi ini akan membantu mereka berhenti sejenak, memikirkan kembali pendekatan mereka, dan kembali terlibat dalam proses pembelajaran mereka.

Siswa akan mengalami kesulitan. Ini adalah bagian yang tak terhindarkan dan penting dari proses pembelajaran. Tetapi tanpa kemampuan untuk mengatasi hambatan kognitif, siswa mungkin akan menyerah dan kehilangan kemajuan sepenuhnya. Metakognisi —keterampilan berpikir tingkat tinggi yang membantu kita mengevaluasi, menganalisis, dan memantau proses kognitif kita sendiri—dapat membantu siswa mengembangkan alat untuk mengatasi hambatan tersebut dan menyegarkan pendekatan mereka terhadap pemecahan masalah. Untungnya, ada beberapa strategi konkret yang dapat diajarkan yang dapat digunakan siswa ketika mereka perlu menekan tombol reset metakognitif dan memulai kembali pemikiran mereka. 

Kosakata dalam penyusunan pertanyaan atau arahan dapat menjadi hambatan yang membuat pelajar kesulitan sejak awal. Salah satu solusinya adalah meminta siswa untuk merumuskan kembali pertanyaan tersebut dengan kata-kata mereka sendiri, menggunakan bahasa dan terminologi yang mereka kuasai dengan baik. 

Jika mereka masih merasa buntu secara kognitif, jeda sederhana mungkin merupakan langkah terbaik selanjutnya. Meskipun mungkin tampak kontraproduktif bagi siswa yang merasa tertinggal, jeda yang jelas dapat memutus siklus pemikiran yang tidak produktif. 

Teman sekelas juga dapat membantu. Alih-alih meminta jawaban yang benar, siswa sebaiknya menggunakan teman sebaya sebagai tempat bertukar pikiran dan saling menantang untuk merefleksikan di mana dan bagaimana mereka mengalami kesulitan. 

Demikian pula, cobalah untuk menghilangkan kata-kata “Saya sudah selesai” di kelas. Dorong cara yang lebih reflektif untuk menyelesaikan tugas atau masalah, mintalah siswa untuk kembali meninjau pekerjaan yang baru saja mereka selesaikan dengan pertanyaan, “Bagaimana saya bisa menyelesaikan ini dengan cara lain?” 

Terakhir, di akhir unit atau kelas, mintalah siswa untuk menjelaskan apa yang paling membingungkan dari materi tersebut. Ini akan membantu Anda menemukan elemen konsep yang masih sedikit kurang jelas dan perlu penguatan, sekaligus mendorong siswa untuk mengejar pemahaman yang lebih dalam daripada hanya puas dengan pemahaman yang “cukup baik”.

Temukan lebih banyak ide berbasis bukti untuk membantu siswa mengatur ulang cara berpikir mereka dalam artikel Donna Phillips untuk Edutopia “ Memberi Siswa Waktu dan Kepercayaan Diri untuk Membangun Keterampilan Metakognisi Mereka ” dan artikel Paige Tutt “ 9 Cara Mengajarkan Siswa Nilai Berpikir Lambat dan Sistematis ”.

More From Author

Lima Prosedur Matematika untuk Membantu Siswa Belajar dari Kesalahan Mereka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *